Jelang Ramadhan 1434 H

08/07/2013 § Leave a comment

Marhaban ya ramadhan…  Selamat menunaikan ibadah ramadhan 2013 bagi yang menjalankannya hari ini, 8 juli 2013 ataupun besok tanggal 9 Juli dan atau tanggal 10 Juli 2013.

Dengan segala fenomena yang mengiringi penentuan hari peratama puasa bukan berarti kita tidak peduli dan tidak mengerti. yang lebih penting adalah bagaimana kita saling menghargai dan menghormati selain prinsip keimanan yang kita yakini. Kalau ada yang tidak setuju dengan pendapat yang lain tentu akan lebih baik kalau tidak saling menyalahkan dan ayo saling bertoleransi untuk kedamaian di muka bumi.

Bukan berarti cuek dengan apa yang terjadi, bukan berarti tidak mengerti tentang apa yang jadi perbedaan. Kita hanya sebagai makhlu ciptaan Tuhan. Matahari, bulan , bintang dan yang ada di dunia adalah ciptaan Tuhan. Hal ini menunjukkan hanya Tuhan yang tahu kebenaran ciptaannya. Kita manusia hanya bisa menafsirkan tentang apa yang terjadi dan berusaha untuk selalu mempelajarinya.

 

Teklek cemplung kalen

07/07/2013 § Leave a comment

Setelah hampir 2 tahun tak menulis di sini, malam ini akhirnya kembali ku aktifkan wordpress ini untuk sekedar melepas kangen… kalau bisa sih aktif seterunya lagi. teklek cemplun kalen, daripada buat lagi mending kembali lagi. Dua tahun melupakan ini karena disibukkan  menjadi makelar online rafting dan belajar bersama dengan kawan kawan dalam kegiatan outdoor learning.

Setelah kebutuhan untuk kembali semakin kuat dengan sebuah harapan yang lebih besar, kembali ke depan layar untuk mencatat jejak harus kami lakukan kembali. Visi mengembangkan Training – Adventure – Media menjadi sebuah kesatuan layanan terbaik dibawah naungan sina sinu Indonesia menjadi sebuah arah yang harus mulai kami bangun pondasinya agar menjadi bangunan yang lebih kokh dan kuat.

Mengganti baju baru “themes” yang lebih simple adalah langkah upaya agar lebih gesit dan lincah dalam pergerakan menjadi yang lebih baik. Nilai yang turun dalam alexa dan perjuangan pagerank adalah sebuah sangsi moral yang harus kami terima karena membiarkan ladang ini merana tanpa garap. Yang penting malam ini memulai langkah kecil untuk menuju yang lebih baik dengan selalu tersenyum.

Pacet Rafting

15/02/2011 § 9 Comments

Pacet Rafting

Pacet Rafting [promo]
Pingin tahu Rafting?… pingin merasakan tantangan arung Jeram? Berikut beberapa informasi mengenai kegiatan rafting atau arung jeram di Pacet Rafting “óbech”
Pacet Rafting “Obech Wilderness Experience” siap melayani Anda yang menginginkan kegiatan wisata arung jeram. Akhir-akhir ini rafting menjadi pilihan wisata karena selain mampu memberikan tantangan andrenalin, juga bisa melatih kerjasama tim dan sebagai sarana refreshing untuk melepas beban rutinitas kerja.

 

Obech Pacet Rafting terletak di Sungai Kromong kawasan wisata alam Bandulan kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Dari mojokerto kurang lebih 45 menit ke arah selatan dan kurang lebih 2 jam perjalanan dari Surabaya.

Sungai Kromong memiliki jeram yang asik untuk wisata Rafting. Dengan aliran air sungai Kromong yang bening diantara bukit kaki Gunung Welirang menambah keasikan yang tak terlupakan berwisata di Obech Pacet Rafting.

Bagaimana ? Tertarik Untuk mencoba ?

Beberapa paket rafting bisa di pilih sesuai dengan kemampuan dan tantangan yang diinginkan. Beberapa paket tersebut adalah:

• Brawijaya Trip         [ 1 jam ] Rp. 150.000,
• Gajah Mada Trip     [ 2 jam ] Rp. 175.000,
• Amukti Trip              [ 3 jam ] Rp. 199.000

Tertarik untuk rafting di Obech pacet rafting? Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan silahkan hubungi Obech pacet rafting 0321 7287825, 081332925657, 03170619343.

Pendidikan Karakter

18/01/2011 § Leave a comment

Indonesia memerlukan sumberdaya manusia dalam jumlah dan mutu yang memadai sebagai pendukung utama dalam pembangunan. Untuk memenuhi sumberdaya manusia tersebut, pendidikan memiliki peran yang sangat penting.Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat (Ali Ibrahim Akbar, 2000), ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen oleh hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan soft skill daripada hard skill. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan.

Karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat.

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia insan kamil.  Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan, penanganan atau pengelolaan mata pelajaran, pengelolaan sekolah, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekolah.

Lebih lanjut baca Pendidikan karakter

Quantum Learning

18/01/2011 § Leave a comment

Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Beberapa teknik yang dikemukakan merupakan teknik meningkatkan kemampuan diri yang sudah populer dan umum digunakan. Namun, Bobbi DePorter mengembangkan teknik-teknik yang sasaran akhirnya ditujukan untuk membantu para siswa menjadi responsif dan bergairah dalam menghadapi tantangan dan perubahan realitas (yang terkait dengan sifat jurnalisme). Quantum learning berakar dari upaya Georgi Lozanov, pendidik berkebangsaan Bulgaria.

 

Ia melakukan eksperimen yang disebutnya suggestology (suggestopedia). Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detil apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Untuk mendapatkan sugesti positif, beberapa teknik digunakan. Para murid di dalam kelas dibuat menjadi nyaman. Musik dipasang, partisipasi mereka didorong lebih jauh. Poster-poster besar, yang menonjolkan informasi, ditempel. Guru-guru yang terampil dalam seni pengajaran sugestif bermunculan.

Prinsip suggestology hampir mirip dengan proses accelerated learning, pemercepatan belajar: yakni, proses belajar yang memungkinkan siswa belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal, dan dibarengi kegembiraan. Suasana belajar yang efektif diciptakan melalui campuran antara lain unsur-unsur hiburan, permainan, cara berpikir positif, dan emosi yang sehat.

Quantum learning mencakup aspek-aspek penting dalam program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan posistif – faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif. Semua ini dapat pula menunjukkan dan menciptakan gaya belajar terbaik dari setiap orang (Bobby De Porter dan Hernacki, 1992)

Selanjutnya Porter dkk mendefinisikan quantum learning sebagai “interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.” Mereka mengamsalkan kekuatan energi sebagai bagian penting dari tiap interaksi manusia. Dengan mengutip rumus klasik E = mc2, mereka alihkan ihwal energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang “secara fisik adalah materi”. “Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya”. Pada kaitan inilah, quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan NLP dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu. Termasuk konsep-konsep kunci dari teori dan strategi belajar, seperti: teori otak kanan/kiri, teori otak triune (3 in 1), pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestik), teori kecerdasan ganda, pendidikan holistik, belajar berdasarkan pengalaman, belajar dengan simbol (metaphoric learning), simulasi/permainan.

Beberapa hal yang penting dicatat dalam quantum learning adalah sebagai berikut. Para siswa dikenali tentang “kekuatan pikiran” yang tak terbatas. Ditegaskan bahwa otak manusia mempunyai potensi yang sama dengan yang dimilliki oleh Albert Einstein. Selain itu, dipaparkan tentang bukti fisik dan ilmiah yang memerikan bagaimana proses otak itu bekerja. Melalui hasil penelitian Global Learning, dikenalkan bahwa proses belajar itu mirip bekerjanya otak seorang anak 6-7 tahun yang seperti spons menyerap berbagai fakta, sifat-sifat fisik, dan kerumitan bahasa yang kacau dengan “cara yang menyenangkan dan bebas stres”. Bagaimana faktor-faktor umpan balik dan rangsangan dari lingkungan telah menciptakan kondisi yang sempurna untuk belajar apa saja. Hal ini menegaskan bahwa kegagalan, dalam belajar, bukan merupakan rintangan. Keyakinan untuk terus berusaha merupakan alat pendamping dan pendorong bagi keberhasilan dalam proses belajar. Setiap keberhasilan perlu diakhiri dengan “kegembiraan dan tepukan.”

Berdasarkan penjelasan mengenai apa dan bagaimana unsur-unsur dan struktur otak manusia bekerja, dibuat model pembelajaran yang dapat mendorong peningkatan kecerdasan linguistik, matematika, visual/spasial, kinestetik/perasa, musikal, interpersonal, intarpersonal, dan intuisi. Bagaimana mengembangkan fungsi motor sensorik (melalui kontak langsung dengan lingkungan), sistem emosional-kognitif (melalui bermain, meniru, dan pembacaan cerita), dan kecerdasan yang lebih tinggi (melalui perawatan yang benar dan pengondisian emosional yang sehat). Bagaimana memanfaatkan cara berpikir dua belahan otak “kiri dan kanan”. Proses berpikir otak kiri (yang bersifat logis, sekuensial, linear dan rasional), misalnya, dikenakan dengan proses pembelajaran melalui tugas-tugas teratur yang bersifat ekspresi verbal, menulis, membaca, asosiasi auditorial, menempatkan detil dan fakta, fonetik, serta simbolisme. Proses berpikir otak kanan (yang bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik), dikenakan dengan proses pembelajaran yang terkait dengan pengetahuan nonverbal (seperti perasaan dan emosi), kesadaran akan perasaan tertentu (merasakan kehadiran orang atau suatu benda), kesadaran spasial, pengenalan bentuk dan pola, musik, seni, kepekaan warna, kreatifitas dan visualisasi.

Semua itu, pada akhirnya, tertuju pada proses belajar yang menargetkan tumbuhnya “emosi positif, kekuatan otak, keberhasilan, dan kehormatan diri.” Keempat unsur ini bila digambarkan saling terkait. Dari kehormatan diri, misalnya, terdorong emosi positif yang mengembangkan kekuatan otak, dan menghasilkan keberhasilan, lalu (balik lagi) kepada penciptaan kehormatan diri.

Dari proses inilah, quantum learning menciptakan konsep motivasi, langkah-langkah menumbuhkan minat, dan belajar aktif. Membuat simulasi konsep belajar aktif dengan gambaran kegiatan seperti: “belajar apa saja dari setiap situasi, menggunakan apa yang Anda pelajari untuk keuntungan Anda, mengupayakan agar segalanya terlaksana, bersandar pada kehidupan.” Gambaran ini disandingkan dengan konsep belajar pasif yang terdiri dari: “tidak dapat melihat adanya potensi belajar, mengabaikan kesempatan untuk berkembang dari suatu pengalaman belajar, membiarkan segalanya terjadi, menarik diri dari kehidupan.”

Dalam kaitan itu pula, antara lain, quantum learning mengonsep tentang “menata pentas: lingkungan belajar yang tepat.” Penataan lingkungan ditujukan kepada upaya membangun dan mempertahankan sikap positif. Sikap positif merupakan aset penting untuk belajar. Peserta didik quantum dikondisikan ke dalam lingkungan belajar yang optimal baik secara fisik maupun mental. Dengan mengatur lingkungan belajar demikian rupa, para pelajar diharapkan mendapat langkah pertama yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar.

Penataan lingkungan belajar ini dibagi dua yaitu: lingkungan mikro dan lingkungan makro. Lingkungan mikro ialah tempat peserta didik melakukan proses belajar (bekerja dan berkreasi). Quantum learning menekankan penataan cahaya, musik, dan desain ruang, karena semua itu dinilai mempengaruhi peserta didik dalam menerima, menyerap, dan mengolah informasi. Ini tampaknya yang menjadi kekuatan orisinalitas quantum learning. Akan tetapi, dalam kaitan pengajaran umumnya di ruang-ruang pendidikan di Indonesia, lebih baik memfokuskan perhatian kepada penataan lingkungan formal dan terstruktur seperti: meja, kursi, tempat khusus, dan tempat belajar yang teratur. Target penataannya ialah menciptakan suasana yang menimbulkan kenyamanan dan rasa santai. Keadaan santai mendorong siswa untuk dapat berkonsentrasi dengan sangat baik dan mampu belajar dengan sangat mudah. Keadaan tegang menghambat aliran darah dan proses otak bekerja serta akhirnya konsentrasi siswa.

Lingkungan makro ialah “dunia yang luas.” Peserta didik diminta untuk menciptakan ruang belajar di masyarakat. Mereka diminta untuk memperluas lingkup pengaruh dan kekuatan pribadi, berinteraksi sosial ke lingkungan masyarakat yang diminatinya. “Semakin siswa berinteraksi dengan lingkungan, semakin mahir mengatasi sistuasi-situasi yang menantang dan semakin mudah Anda mempelajari informasi baru,” tulis Porter. Setiap siswa diminta berhubungan secara aktif dan mendapat rangsangan baru dalam lingkungan masyarakat, agar mereka mendapat pengalaman membangun gudang penyimpanan pengertahuan pribadi. Selain itu, berinteraksi dengan masyarakat juga berarti mengambil peluang-peluang yang akan datang, dan menciptakan peluang jika tidak ada, dengan catatan terlibat aktif di dalam tiap proses interaksi tersebut (untuk belajar lebih banyak mengenai sesuatu). Pada akhirnya, interaksi ini diperlukan untuk mengenalkan siswa kepada kesiapan diri dalam melakukan perubahan. Mereka tidak boleh terbenam dengan situasi status quo yang diciptakan di dalam lingkungan mikro. Mereka diminta untuk melebarkan lingkungan belajar ke arah sesuatu yang baru. Pengalaman mendapatkan sesuatu yang baru akan memperluas “zona aman, nyaman dan merasa dihargai” dari siswa.

Sumber : Septiawan Santana Kurnia, Quantum Learning bagi Pendidikan Jurnalistik: (Studi pembelajaran jurnalistik yang berorientasi pada life skill); on line : Editorial Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan http://www.depdiknas.go.id

Rafting Pacet

11/01/2011 § 10 Comments

Rafting Obech

Obech Rafting

Fenomena wisata arung jeram (rafting) semakin hari menjadi sebuah gaya hidup (life style) bagi kebanyakan masyarakat Indonesia khususnya yang berdiam diri di daerah perkotaan.

Kegiatan rafting atau arung jeram sudah bukan menjadi kegiatan yang khusus sebagian kelompok saja, akan tetapi sekarang telah menjadi hiburan bagi semua orang baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki atau perempuan.

Akan tetapi beberapa tempat wisata arung jeram, khususnya di wilayah Jawa Timur letaknya lumayan jauh dari kota-kota besar di wilayah Jawa Timur.

Oleh karena itu, mulai tanggal 01 Maret 2010, telah hadir pendatang baru dalam dunia wisata rafting di Jawa Timur, yaitu OBECH Wilderness Experience (dibaca : Obek).

Jika dilihat dari namanya OBECH Wilderness Experience memang baru, akan tetapi sebenarnya aktor-aktor yang berada di balik nama OBECH Wilderness Experience adalah para pemain lama yang sudah berpengalaman di dunia wisata rafting.

OBECH Wilderness Experience beroperasional di Sungai Kromong dan ber-basecamp di Kawasan wisata alam Bandulan Pacet, Mojokerto, OBECH Wilderness Experience hadir untuk para masyarakat yang ingin ber-rafting ria tanpa harus melakukan perjalanan jauh dari tempat tinggalnya hanya untuk merasakan wisata rafting.

Dengan berdiri di areal basecamp seluas 2 hektar, OBECH Wilderness Experience juga telah dilengkapi camping ground area lengkap dengan perlngkapan tenda, kamar ganti/kamar mandi yang representatif, pendopo, serta outbound area lengkap dengan fasilitas wahana outbound untuk orang dewasa maupun anak-anak.

Selain itu beberapa program kegiatan yang di tawarkan sebagian besar berbasis pada alam bebas, oleh karena itu OBECH Wilderness Experience memang sangat cocok bagi anada yang ingin mendapatkan pengalaman di alam liar sekitar Pacet, Mojokerto.

Informasi dan pemesanan silahkan hubungi:

“Ruri” :

0321 7287825

081 332925657

Oktober: Sinau sadar lan eling

24/10/2010 § 19 Comments

Saudaraku lima bulan lebih kami tidak menengok dan meng update blog ini. Entah mengapa semangat yang membara saat CERET PERAK seakan menjadi awal melemahnya kreativitas untuk memberi arti lebih pada sang Bunda WIGAPALA.

Kami sadar banyak ide dan semangat kawan-kawan sepulang dari malang waktu itu, tapi entah kenapa juga akhirnya terbenam mengikuti putaran sang surya….kadang terbit pagi hari dan akhirnya terbenam di ufuk barat.

Eling akan sebagian kecil saudara yang masih loyal pada komunikasi menyadarkan kami untuk ikut kembali merenda puzzle semangat yang tersebar di balik rutinitas kerja. Kerja memang yang menjadi “kambing hitam” untuk disalahkan daripada menyalahkan diri dan akhirnya mati.